Pages

Sabtu, 26 Juli 2014

Smart City - Konsep dan Pengembangannya


Ruas jalan tampak padat. Mobil, motor maupun bus kota berjalan merayap. Untungnya hal tersebut tidak berlangsung lama, kemacetan perlahan terurai. Itu karena sensor yang terpasang di area tersebut memerintahkan lampu lalu lintas menyala hijau lebih lama. 

Demikian kira-kira salah satu contoh implementasi smart city yang digambarkan penggiat smart city dari Institut Teknologi bandung (ITB) Suhono Harso Supangkat.

"Misalnya ada tempat yang kotor, terdeteksi sensor kekotoran. Kemudian ada vacum cleaner datang sendiri membersihkan. Jadi seperti itu, machine to machine, komunikasi antara sensor yang satu dengan actuator untuk menjalankan peran seperti itu," ujarnya memberi contoh lain. 

Secara keseluruhan, teknologi smart city melibatkan lima elemen. Disebutkan Suhono, selain sensor pintar dan komunikasi machine to machine, teknologismart city juga melibatkan cloud computing, social media dan GIS (Geographical Information System).


Masih terlalu jauh jika membicarakan elemen machine to machine. Namun setidaknya, ketika smart city diimplementasikan di Indonesia, warga sebuah kota bisa mendapat akses informasi lebih cepat untuk menunjang aktvitas sehari-hari mereka. 

Misalnya saja, warga sebuah kota bisa memantau kondisi kemacetan jalan, kondisi cuaca, ketersediaan tempat parkir, rekomendasi rute alternatif dan lain-lain. Seluruh informasi diperoleh secara real-time dan mudah.

Nah, semua informasi ini tentu saja dikumpulkan dari sensor pintar terintegrasi yang terpasang di setiap sudut kota. Data ini dianalisa dengan aplikasi cerdas, lantas disajikan melalui aplikasi yang bisa diakses melalui beragam gadget.



Data Perserikatan Bangsa- Bangsa mengungkapkan bahwa pada tahun 2007 untuk pertama kali lebih dari setengah penduduk Bumi tinggal di daerah perkotaan. Tahun 2050, jumlah penduduk dunia akan meningkat 70 persen, dari 3,3 miliar jiwa menjadi 6,4 miliar jiwa. Sekarang saja sudah terdapat 500 kota besar (yang memiliki warga lebih dari 1 juta jiwa) di seluruh dunia, dan angka ini akan melonjak menjadi 10.000 kota besar pada tahun 2040.

Perubahan demografis tersebut tentu saja berdampak pada banyak hal. Pertama, terjadinya perubahan iklim. Saat ini kota- kota telah membuang sekitar 80 persen emisi gas rumah kaca di seluruh dunia. Sulit dibayangkan kalau hal ini terus berlanjut dalam 40 tahun ke depan, sementara tindakan antisipasi tidak dilakukan.

Kedua, meningkatkan kelangkaan sumber-sumber alam. Kota-kota bertanggung jawab terhadap sekitar 75 persen konsumsi energi global yang dihabiskan. Secara langsung atau tidak langsung, sekitar 60 persen penggunaan air juga terjadi di perkotaan. 

Ketiga, tekanan pada infrastruktur dan mobilitas, terutama pada penyediaan listrik, sanitasi, jaringan jalan, dan logistik.

Dampak-dampak tersebut dipandang sebagai ancaman besar sekaligus tantangan bagi kota-kota di seluruh penjuru dunia. Dalam kerangka inilah, dalam lima tahun terakhir konsep smart city mulai diwacanakan dan mulai diimplementasikan.

Salah satunya melalui Pertemuan Puncak Kota Besar Cerdas Dunia di Istanbul, Turki, pada 27 November 2013. Lebih dari 100 pemimpin kota besar, ahli pembangunan kota, penyedia layanan kota, dan akademisi dari dunia berkumpul guna membahas pemikiran cerdas dan praktik terbaik bagi penerapan kota cerdas di masa depan.

Konsep smart city pada hakikatnya menempatkan kota sebagai sebuah ekosistem dari banyak subsistem untuk saling terinterkoneksi dan mendukung sehingga kota tersebut tetap berkelanjutan (sustainable cities). Ada enam komponen utama atau subsistem dalam smart city, yaitu: energi terbarukan dan efisiensi energi, pengelolaan air bersih dan limbah, transportasi dan logistik hijau, produk dan jasa yang ramah lingkungan, gedung dan interior hijau, serta teknologi informasi dan komunikasi (ICT) hijau.

Memang untuk mengimplementasikan smart city secara utuh, dibutuhkan (penemuan) teknologi yang terkini, investasi yang besar, dan waktu yang tidak sebentar. Oleh sebab itu, banyak pemerintah kota besar di dunia memulai dengan apa saja yang bisa dilakukan dan secara bertahap.

Kota di Malta, negara kepulauan kecil di Laut Tengah, kota pertama yang mengaplikasikannya dengan ICT untuk mengoptimalkan air dan sistem energi. Stockholm, ibu kota Swedia, menggunakan control point yang dilengkapi laser dan kamera untuk mengurangi kemacetan dan emisi gas rumah kaca. Kota Gujarat di India mengembangkan lahan hijau melalui teknologi canggih untuk menghilangkan limbah pembuangan. Kota Istanbul memanfaatkan layanan kesehatan bagi warganya cukup dengan memanfaatkan telepon seluler, tablet, atau komputer mereka. Putrajaya dan Kuching di Malaysia bahkan disebut-sebut sebagai kota cerdas yang lengkap di Asia.

Mimpi yang sama

Jadi, bisa dikatakan bahwa smart city telah menjadi kecenderungan global, yang mana mau tidak mau setiap kota harus menuju ke sana demi kelangsungan hidup dan kenyamanan kota itu sendiri.

Bagaimana dengan Indonesia? Negeri ini juga mengalami kecenderungan yang sama, khususnya dalam perubahan demografis. Pada tahun 1970 jumlah penduduk yang tinggal di kota masih 17 persen, dan melejit menjadi 52 persen tahun 2010. Bisa jadi tahun 2050 yang hidup di perkotaan 70 persen pula.

Sayangnya, dalam hal smart city kita masih tertinggal. Kota-kota di sini masih disibukkan untuk mewujudkan green city atau ecocity. Ini pun sulitnya luar biasa karena banyak pemimpin kota dan warganya kurang peduli.

Namun, kita beruntung punya dua wali kota yang cerdas (Surabaya dan Bandung) yang berpikiran cerdas dan bermimpi untuk menjadikan smart city di wilayah yang menjadi tanggung jawabnya. Keduanya tidak hanya terbukti dalam menghijaukan kota, tetapi juga sudah melangkah lebih jauh. Patut diapresiasi dan didukung upaya tersebut karena ini baru tahap awal untuk menuju tahap-tahap berikutnya yang lebih besar tantangan dan investasinya.

Bila perlu, semua pemimpin kota di Nusantara yang terdiri dari 93 kotamadya dan 409 kota kabupaten punya mimpi yang sama, yakni membangun kota pintar. Smart city menjadi begitu penting manakala yang diinginkan dan diharapkan merupakan kota yang lestari, nyaman, efisien, dan punya daya saing ekonomi yang tinggi. 

Jumat, 25 Juli 2014

Interior Buat Kalangan Ekonomi Menengah Atas ? Kata Siapa ?


Jam dinding buatan sendiri


Boleh juga ini drum bekasnya 


Punya CD tidak terpakai ?


Kayu bekas broooo....


Rabu, 23 Juli 2014

Indonesia Kreatif, Siapa Takut ?



Pada saat ini, manusia mengalami perpindahan era dan peradaban yang baru. Dahulu kita bergeser dari era pertanian ke era industrilisasi. Perkembangan tekhnologi, informasi dan komunikasi (infokom) serta globalisasi ekonomi telah mendorong perkembangan  manusia yang dituntut untuk berkembang secara kreatif.
Perkembangan industri telah menciptakan pola kerja, pola produksi dan pola distribusi yang murah dan efisien. Perkembangan tekhnologi telah membuat manusia menjadi semakin produktif.
Industri merupakan proses penciptaan barang dan jasa yang mempunyai nilai tambah (value added). Sedangkan kreatif berarti create yaitu proses menciptakan sesuatu. Industri Kreatif berfokus pada penciptaan barang dan jasa dengan mengandalkan keahlian, bakat, dan kreatifitas sebagai kekayaan intelektual.  Industri kreatif adalah bagian yang tidak terpisahkan dari ekonomi kreatif.

Pada saat ini, industri kreatif memang sangat diperlukan, apalagi industri kreatif merupakan industri dengan sumber yang terbarukan karena berfokus pada penciptaan daya kreasi.
 
ASAL USUL INDUSTRI KREATIF

Istilah industri kreatif merupakan istilah lain dari industri budaya. Istilah ini pertama kali digunakan pada awal tahun 1990-an di Australia, tetapi dikembangkan dengan pesat oleh pemerintah Inggris pada akhir tahun 1990-an.
Untuk pertama kalinya konsep industri kreatif  atau ekonomi kreatif muncul di Inggris. Departemen Kebudayaan, Media, dan Olah Raga pemerintah Inggris (DCMS)  memetakan industri kreatif  ke dalam 13 sub-sektor yakni: Periklanan, Arsitektur, Seni dan Pasar Barang Antik, Kerajinan Tangan, Desain, Fashion, Software Hiburan Interaktif, Film dan Video, Musik, Seni Pertunjukan, Penerbitan, Software Layanan Komputer, TV dan Radio (DCMS 1998).
Kemudian pemerintah Inggris secara khusus membentuk Unit dan satu penanggung-jawab Industri Kreatif dibawah Departemen Budaya, Media, dan Olah Raga (Primorac, 2006).
 
ARTI INDUSTRI KREATIF

Salah satu definisi yang banyak dikutip adalah industri yang mempunyai keaslian dalam kreatifitas individual, keterampilan dan bakat yang mempunyai potensi untuk mendatangkan pendapatan dan penciptaan lapangan kerja melalui eksploitasi kekayaan intelektual.

Menurut United Nations Conference On Trade And Development (UNCTAD, 2008), industri kreatif adalah:

• Siklus kreasi, produksi, dan distribusi dari barang dan jasa yang menggunakan modal kreatifitas dan intelektual sebagai input utamanya.

• Bagian dari serangkaian aktivitas berbasis pengetahuan, berfokus pada seni, yang berpotensi mendatangkan pendapatan dari perdagangan dan hak atas kekayaan      intelektual.

• Terdiri dari produk-produk yang dapat disentuh dan intelektual yang tidak dapat disentuh atau jasa-jasa artistik dengan muatan kreatif, nilai ekonomis, dan tujuan pasar.

• Bersifat lintas sektor antara seni, jasa, dan industry.

• Bagian dari suatu sektor dinamis baru dalam dunia perdagangan.

Sedangkan UK DCMS Task Force 1998, mendefinisikan industri kreatif itu sebagai sebuah industri yang bermula dari kreatifitas, kemampuan, dan bakat individu, yang berpotensi untuk memberikan kesejahteraan dan ketersediaan tenaga kerja melalui penciptaan dan eksploitasi properti dan konten intelektual.

TABEL KLASIFIKASI INDUSTRI KREATIF YANG DITURUNKAN DARI BERBAGAI MODEL

Klasifikasi industri kreatif yang ditetapkan oleh tiap negara itu berbeda-beda. Menurut Howkins, industri kreatif terdiri dari periklanan, arsitektur, seni, kerajinan. desain, fashion, film, musik, seni pertunjukkan, penerbitan, penelitian dan pengembangan (R&D), perangkat lunak, mainan dan permainan, televisi dan radio, permainan, dan video.
Tidak ada yang benar dan salah dalam pengklasifikasian industri kreatif ini, karena hal tersebut tergantung dari tujuan analitik dan potensi suatu negara.

1. Periklanan

Kegiatan kreatif yang berkaitan dengan jasa periklanan (komunikasi satu arah dengan menggunakan medium tertentu) yang meliputi proses kreasi, produksi dan distribusi dari iklan yang dihasilkan misalnya: riset pasar, perencanaan komunikasi iklan, iklan luar ruang, produksi material iklan, promosi, kampanye relasi publik, tampilan iklan di media cetak (surat kabar, majalah) dan elektronik (televisi dan radio), pemasangan berbagai poster dan gambar, penyebaran selebaran, pamflet, edaran, brosur dan reklame sejenis, distribusi dan delivery advertising materials atau samples, serta penyewaan kolom untuk iklan.

2. Arsitektur

Kegiatan kreatif yang berkaitan dengan jasa desain bangunan, perencanaan biaya konstruksi, konservasi bangunan warisan, pengawasan konstruksi baik secara menyeluruh dari level makro (Town planning, urban design, landscape architecture) sampai dengan level mikro (detail konstruksi misalnya: arsitektur taman, desain interior).

3. Pasar Barang Seni

Kegiatan kreatif yang berkaitan dengan perdagangan barang-barang asli, unik dan langka serta memiliki nilai estetika seni yang tinggi yaitu melalui lelang, galeri, toko, pasar swalayan, dan internet. Contohnya adalah: alat musik, percetakan, kerajinan, automobile, film, seni rupa dan lukisan.

4. Kerajinan

Kegiatan kreatif yang berkaitan dengan kreasi, produksi dan distribusi produk yang dibuat dan dihasilkan oleh tenaga pengrajin yang berawal dari desain awal sampai proses penyelesaian produknya, antara lain meliputi barang kerajinan yang terbuat dari: batu berharga, serat alam maupun buatan, kulit, rotan, bambu, kayu, logam (emas, perak, tembaga, perunggu, besi), kayu, kaca, porselin, kain, marmer, tanah liat, dan kapur. Produk kerajinan ini pada umumnya hanya diproduksi dalam jumlah yang relatif kecil (bukan produksi massal).

5. Desain

Kegiatan kreatif yang terkait dengan kreasi desain grafis, desain interior, desain produk, desain industri, konsultasi identitas perusahaan, dan jasa riset pemasaran, serta produksi kemasan dan jasa pengepakan.

6. Fashion

Kegiatan kreatif yang terkait dengan kreasi desain pakaian, desain alas kaki, dan desain aksesoris mode lainnya, produksi pakaian mode dan aksesorisnya, konsultansi lini produk fashion, serta distribusi produk fashion.

7. Video, Film Dan Fotografi

Kegiatan kreatif yang terkait dengan kreasi produksi video, film, dan jasa fotografi, serta distribusi rekaman video dan film. Termasuk didalamnya penulisan skrip, dubbing film, sinematografi, sinetron, dan eksibisi film.

8. Permainan Interaktif

Kegiatan kreatif yang berkaitan dengan kreasi, produksi, dan distribusi permainan komputer dan video yang bersifat hiburan, ketangkasan, dan edukasi. Sub-sektor permainan interaktif ini bukan didominasi sebagai hiburan semata-mata, tetapi juga sebagai alat bantu pembelajaran atau edukasi.

9. Musik

Kegiatan kreatif yang berkaitan dengan kreasi/komposisi, pertunjukan, reproduksi, dan distribusi dari rekaman suara.

10. Seni Pertunjukan

Kegiatan kreatif yang berkaitan dengan usaha pengembangan konten, produksi pertunjukan (misal: pertunjukan balet, tarian tradisional, tarian kontemporer, drama, musik tradisional, musik teater, opera, termasuk tur musik etnik), desain dan pembuatan busana pertunjukan, tata panggung, dan tata pencahayaan.

11. Penerbitan Dan Percetakan

Kegiatan kreatif yang terkait dengan dengan penulisan konten dan penerbitan buku, jurnal, koran, majalah, tabloid, dan konten digital, serta kegiatan kantor berita dan pencari berita. Sub-sektor ini juga mencakup penerbitan perangko, materai, uang kertas, blanko cek, giro, surat andil, obligasi surat saham, surat berharga lainnya, passport, tiket pesawat terbang, dan terbitan khusus lainnya. Juga mencakup penerbitan foto-foto, grafir (engraving) dan kartu pos, formulir, poster, reproduksi, percetakan lukisan, dan barang cetakan lainnya, termasuk rekaman mikro film.

12. Layanan Komputer & Piranti Lunak

Kegiatan kreatif yang terkait dengan pengembangan teknologi informasi termasuk jasa layanan komputer, pengolahan data, pengembangan database, pengembangan piranti lunak, integrasi sistem, desain dan analisis sistem, desain arsitektur piranti lunak, desain prasarana piranti lunak dan piranti keras, serta desain portal termasuk perawatannya.

13. Televisi Dan Radio

Kegiatan kreatif yang berkaitan dengan usaha kreasi, produksi dan pengemasan acara televisi (seperti games, kuis, reality show, infotainment, dan lainnya), penyiaran, dan transmisi konten acara televisi dan radio, termasuk kegiatanstation relay (pemancar kembali) siaran radio dan televisi.

14. Riset Dan Pengembangan

Kegiatan kreatif yang terkait dengan usaha inovatif yang menawarkan penemuan ilmu dan tekhnologi dan penerapan ilmu dan pengetahuan tersebut untuk perbaikan produk dan kreasi produk baru, proses baru, material baru, alat baru, metode baru, dan tekhnologi baru yang dapat memenuhi kebutuhan pasar termasuk yang berkaitan dengan humaniora seperti penelitian dan pengembangan bahasa, sastra, dan seni, serta jasa konsultansi bisnis dan manajemen.

15.  Kuliner

kegiatan kreatif ini termasuk baru, kedepan direncanakan untuk dimasukkan ke dalam sektor industri kreatif dengan melakukan sebuah studi terhadap pemetaan produk makanan olahan khas Indonesia yang dapat ditingkatkan daya saingnya di pasar ritel dan pasar internasional. Studi dilakukan untuk mengumpulkan data dan informasi selengkap mungkin mengenai produk-produk makanan olahan khas Indonesia, untuk disebar-luaskan melalui media yang tepat, di dalam dan di luar negeri, sehingga memperoleh peningkatan daya saing di pasar ritel modern dan pasar internasional. Pentingnya kegiatan ini dilator-belakangi bahwa Indonesia memiliki warisan budaya produk makanan khas, yang pada dasarnya merupakan sumber keunggulan komparatif bagi Indonesia. Hanya saja, kurangnya perhatian dan pengelolaan yang menarik, membuat keunggulan komparatif tersebut tidak tergali menjadi lebih bernilai ekonomis.

Kegiatan ekonomi kreatif sebagai prakarsa dengan pola pemikir cost kecil, tetapi memiliki pangsa pasar yang luas serta diminati masyarakat luas diantaranya usaha kuliner, assesoris, cetak sablon, bordir dan usaha rakyat kecil seperti penjual bala-bala, bakso, comro, gehu, batagor, bajigur dan ketoprak.

Selasa, 22 Juli 2014

Dimanakah Karya Insinyur Indonesia ??? Bangkit dan Berkaryalah !!!




Karya arsitektur boleh dikatakan merupakan salah satu representasi kreativitas arsitek, dan lebih jauh lagi potret kemajuan budaya sebuah bangsa. Saat sebuah lembaga independen dan kredibel seperti ArchDaily membuat sebuah penghargaan untuk mengapresiasi karya arsitektur tersebut, tentu saja ada kebanggaan tersendiri pada sang pembuat karya dan bangsanya yang didapuk menjadi terbaik.


Dalam perhelatan kali ini yang bertajuk Building of The Year 2014, ArchDaily kembali menampilkan sebanyak 3.500 karya desain yang sesuai dengan 14 kriteria dan kategori dari seluruh dunia yang laik dipilih dan dinilai oleh 300.000 lebih pembacanya.

Tak sembarang karya yang mereka tampilkan, melainkan inspiratif, bermakna, dan berdampak pada kehidupan manusia. Dari karya sebanyak itu, terpilih 70 terbaik yang dihasilkan melalui serangkaian putaran nominasi intensif.

Para pembaca ArchDaily telah mempersempit penilaian menjadi lima bangunan terbaik untuk masing-masing kategori yakni gedung komersial, fasilitas pendidikan, gedung kebudayaan, fasilitas kesehatan, perhotelan, hunian, perumahan, industri, perkantoran, interior, ruang publik, gedung yang mengalami perbaikan, fasilitas keagamaan dan olahraga.

Ke-70 bangunan terpilih tadi, dinominasikan untuk meraih predikat Building of The Year 2014. Sayangnya, dari sejumlah bangunan tersebut, tak satu pun terdapat karya anak bangsa Indonesia. Negara ini masih kalah dari Singapura dan Vietnam yang justru sukses memukau pembaca ArchDaily dengan masing-masing dua karya mereka.

Singapura tampil dengan karya 48 North Canal Road untuk kategori residensial (perumahan), dan Park Royal untuk kategori perhotelan. Sementara Vietnam diwakili oleh karya Binh Thanh House yang berupa sebuah hunian dan Kontum Indochine Cafe sebagai karya arsitektur untuk kategori komersial.

Lantas, di mana karya arsitek Indonesia?

Menurut Prinsipal US&P, Her Pramtama, yang juga pernah menjabat sebagai Ketua IAI DKI Jakarta periode 2009-2012, arsitek Indonesia pada umumnya kurang mengekspos karyanya sehingga dapat dinimati oleh publik pecinta arsitektur. Dalam arti, arsitek Indonesia tidak secara intensif mendokumentasikan karyanya dalam sebuah publikasi yang menarik, lengkap dengan fotografi ciamik dan narasi atraktif.

"Kalau pun ada, bisa dihitung dengan jari arsitek yang intens melakukan pendokumentasian karyanya. Selain karena keterbatasan waktu, mereka sudah overload pekerjaan, mengingat selama lima tahun terakhir permintaan (demand) arsitektur sangat tinggi seiring dengan  pertumbuhan sektor properti," imbuh Her kepada Kompas.com, Senin (27/1/2014).






Museum Tsunami by. Ridwan Kamil


Padahal, lanjut Her, karya arsitek Indonesia, banyak yang layak ke pentas dunia. Sebut saja karya Andra Matin yang luar biasa dan sangat berpengaruh terhadap karya-karya arsitek lainnya. Demikian juga karya Yori Antar. Hanya, mereka kurang passion, untuk membuatnya menjadi sebuah dokumentasi serius. Akibatnya, generasi muda sekarang kehilangan sumber referensi karya arsitek lokal.

"Jangan salahkan bila sumber referensi mereka saat ini didominasi oleh karya arsitek asing. Di sini butuh peran dan dukungan Pemerintah untuk membuat sebuah platform industri kreatif bidang arsitektur agar lebih berdaya saing di pentas dunia," tandas Her.

Tak hanya di bidang arsitektur, di bidang desain pun, Indonesia masih berada pada posisi marjinal. Dalam peringkat desain yang dirilis World Design Ranking (WDR) setiap Desember, Indonesia hanya berada di posisi ke-66 dari 69 negara dalam daftar agregat World Design Ranking 2010-2014.

Daftar tersebut diorganisasi oleh A’ Design Award & Competition. Lewat daftar tersebut, WDR ingin menyediakan data dan informasi strategis bagi para ekonom dan jurnalis mengenai seni, arsitektur, dan industri desain di satu negara. Selain itu, WDR juga menyoroti kontribusi tahunan insan negara tersebut dalam kultur desain global lewat advokasi.

Sabtu, 19 Juli 2014

Catatan Seorang Insinyur

Berbagi Cerita Tentang Kehidupan Saya di Dunia Konstruksi :)



Proyek  : Bendungan Ponre-ponre
Lokasi  : Kabupaten Bone - Sulawesi Selatan
Tahun   : 2008





Proyek  : Survey Jalan Poros Bulukumba - Sinjai 40 Km
Lokasi  : Kabupaten Bulukumba - Sulawesi Selatan
Tahun   : 2009





Proyek  : Pelebaran Jl. Hertasning
Lokasi  : Kota Makassar - Sulawesi Selatan
Tahun   : 2010





Proyek  : Pembangunan Grosir daya
Lokasi  : Kota Makassar - Sulawesi Selatan
Tahun   : 2010





Proyek  : Tembok Penahan Lepas Pantai
Lokasi  : Kabupaten Polewali Mandar - Sulawesi Barat
Tahun   : 2011






Proyek  : Peningkatan Jalan Samboja
Lokasi  : Kabupaten Kutai Kartanegara - Kalimantan Timur
Tahun   : 2012





Proyek  : Peningkatan Jalan Sasempu-Saloloang_Kampung Baru
Lokasi  : Kabupaten Penajam Paser Utara - Kalimantan Timur
Tahun   : 2013

Jumat, 18 Juli 2014

Arsitektur Unik Mesjid Al-Irsyad



Sejak diresmikan 2010 lalu, bangunan ini sudah mencuri perhatian tidak hanya warga sekitar tetapi juga di dunia maya. Masjid yang terletak di Padalarang ini masuk 5 besar "Building Of The Year 2010" oleh National Frame Building Association. Acara akbar yang melibatkan para arsitek di seluruh dunia ini menempatkan Masjid Al Irsyad dalam kategori religious architecture. Menurut ArchDaily, situs publikasi arsitektur terpopuler, Masjid Al Irsyad cukup populer di antara tempat ibadah yang lain dan hanya dikalahkan oleh Gereja Tampa Covenant, Florida, Amerika serikat.


Jika umumnya masjid memiliki kubah atau menara, tidak dengan Masjid Al Irsyad. Masjid yang dirancang oleh Ridwan Kamil, arsitek kenamaan Indonesia ini didesain mirip Ka'bah, berbentuk kubus dengan warna abu-abu. Desainnya sederhana, tidak banyak ornamen namun tetap memiliki keindahan tersendiri.

Dinding masjid terbuat dari batu bata yang disusun sedemikian rupa sehingga membentuk celah yang terbaca sebagai dua kalimat syahadat. Selain memiliki fungsi artistik, lubang-lubang ini juga berfungsi sebagai ventilasi udara. Menjelang malam ketika lampu di dalam masjid mulai dinyalakan, sinar lampu akan menerobos celah ventilasi sehingga jika dilihat dari luar tampak seperti masjid yang memancarkan cahaya berbentuk kalimat syahadat. Sangat mengagumkan




Masjid Al Irsyad berdiri di atas lahan 1.100 meter persegi, dengan luas tanah keseluruhan 1 hektare lebih. Berkat keunikan bangunannya itu, jemaah yang datang tidak didominasi warga Bandung dan sekitarnya, tapi juga dari Jakarta, luar Pulau Jawa, bahkan sampai mancanegara.

Turis asal Malaysia sempat datang ke Masjid Al Irsyad. Para turis ini sempat menyatakan kekagumannya atas bentuk arsitektur bangunan Masjid Al Irsyad. Banyaknya orang luar Bandung yang datang secara tidak langsung menjadikan Masjid Al Irsyad sebagai salah satu tempat wisata religi baru,” 

Masjid Al Irsyad mulai dibangun 7 September 2009 dan selesai 27 Agustus 2010. Bentuk bangunan berupa kotak atau kubus ini merupakan buah karya Ridwan Kamil, salah seorang arsitek ternama di Indonesia. Imam terkenal yang sering menjadi imam masjid antara lain Ustaz Muhamad Suhud seorang Al-Hafiz (penghafal Alquran), dan Ustaz Mutakin Kirman, Lc


Architects: PT. Urbane Indonesia

Location: Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Jawa Barat, Indonesia

Principal Architect: M. Ridwan Kamil

Project Team: Fahry Adhitya

Client: PT. Belaputera Intiland

Site Area: 8,000 sqm

Project Area: 970 sqm

Project Year: 2010







Rabu, 16 Juli 2014

Revolusi Bidang Konstruksi - Rumah Praktis



Tak perlu panik dengan harga rumah yang meninggi, lahan yang makin terbatas, dan pembangunan yang memakan waktu lama. Pebisnis muda di Skotlandia telah menjawab itu semua.

Ia menciptakan rumah modular yang semipermanen. Meski mungil, hanya bisa berisi satu ruang tamu, satu kamar tidur, satu dapur, dan satu kamar mandi, rumah itu terbilang amat layak untuk ditinggali.

Interiornya bersih dan rapi, desainnya pun modern dan minimalis. Untuk ukuran, memang tergolong mungil. Ia hanya menempati lahan seluas 40 meter persegi. Ukuran kamar hanya 9 meter persegi.

Namun, pembuatan rumah amat cepat. Hanya perlu waktu delapan minggu. Penggarapan di tanah pelanggan sendiri cuma butuh waktu tiga minggu. Kerangka rumah sudah disiapkan sebelumnya.

Rumah model baru itu digagas Jennifer Hope, gadis 22 tahun lulusan University of Strathclyde. Ayahnya, Ian Hope telah melakoni industri konstruksi selama 25 tahun. Ia pun tak kesulitan soal penggarapan.

Kerangka dari kayu disiapkan dari pabrik di Ayrshire, kemudian diangkut ke lahan. The Wee House Company, perusahaan yang didirikan Hope baru menyediakan rumah dengan satu atau dua kamar.

Namun rencananya, ia beranjak ke desain rumah yang lebih besar lagi. Bahannya pun lebih permanen dengan kaca, baja, dan bata. Namun, pembuatannya tetap mudah dan murah.

Untuk rumah satu kamar, saat ini Hope menawarkan harga £59 ribu atau sekitar Rp1,2 miliar. Termasuk murah untuk ukuran rumah di Skotlandia yang harganya sudah mencapai ratusan ribu poundsterling.






Sumber: Daily Mail | Foto-foto: The Wee House Company