Pages

Jumat, 25 Juli 2014

Interior Buat Kalangan Ekonomi Menengah Atas ? Kata Siapa ?


Jam dinding buatan sendiri


Boleh juga ini drum bekasnya 


Punya CD tidak terpakai ?


Kayu bekas broooo....


Rabu, 23 Juli 2014

Indonesia Kreatif, Siapa Takut ?



Pada saat ini, manusia mengalami perpindahan era dan peradaban yang baru. Dahulu kita bergeser dari era pertanian ke era industrilisasi. Perkembangan tekhnologi, informasi dan komunikasi (infokom) serta globalisasi ekonomi telah mendorong perkembangan  manusia yang dituntut untuk berkembang secara kreatif.
Perkembangan industri telah menciptakan pola kerja, pola produksi dan pola distribusi yang murah dan efisien. Perkembangan tekhnologi telah membuat manusia menjadi semakin produktif.
Industri merupakan proses penciptaan barang dan jasa yang mempunyai nilai tambah (value added). Sedangkan kreatif berarti create yaitu proses menciptakan sesuatu. Industri Kreatif berfokus pada penciptaan barang dan jasa dengan mengandalkan keahlian, bakat, dan kreatifitas sebagai kekayaan intelektual.  Industri kreatif adalah bagian yang tidak terpisahkan dari ekonomi kreatif.

Pada saat ini, industri kreatif memang sangat diperlukan, apalagi industri kreatif merupakan industri dengan sumber yang terbarukan karena berfokus pada penciptaan daya kreasi.
 
ASAL USUL INDUSTRI KREATIF

Istilah industri kreatif merupakan istilah lain dari industri budaya. Istilah ini pertama kali digunakan pada awal tahun 1990-an di Australia, tetapi dikembangkan dengan pesat oleh pemerintah Inggris pada akhir tahun 1990-an.
Untuk pertama kalinya konsep industri kreatif  atau ekonomi kreatif muncul di Inggris. Departemen Kebudayaan, Media, dan Olah Raga pemerintah Inggris (DCMS)  memetakan industri kreatif  ke dalam 13 sub-sektor yakni: Periklanan, Arsitektur, Seni dan Pasar Barang Antik, Kerajinan Tangan, Desain, Fashion, Software Hiburan Interaktif, Film dan Video, Musik, Seni Pertunjukan, Penerbitan, Software Layanan Komputer, TV dan Radio (DCMS 1998).
Kemudian pemerintah Inggris secara khusus membentuk Unit dan satu penanggung-jawab Industri Kreatif dibawah Departemen Budaya, Media, dan Olah Raga (Primorac, 2006).
 
ARTI INDUSTRI KREATIF

Salah satu definisi yang banyak dikutip adalah industri yang mempunyai keaslian dalam kreatifitas individual, keterampilan dan bakat yang mempunyai potensi untuk mendatangkan pendapatan dan penciptaan lapangan kerja melalui eksploitasi kekayaan intelektual.

Menurut United Nations Conference On Trade And Development (UNCTAD, 2008), industri kreatif adalah:

• Siklus kreasi, produksi, dan distribusi dari barang dan jasa yang menggunakan modal kreatifitas dan intelektual sebagai input utamanya.

• Bagian dari serangkaian aktivitas berbasis pengetahuan, berfokus pada seni, yang berpotensi mendatangkan pendapatan dari perdagangan dan hak atas kekayaan      intelektual.

• Terdiri dari produk-produk yang dapat disentuh dan intelektual yang tidak dapat disentuh atau jasa-jasa artistik dengan muatan kreatif, nilai ekonomis, dan tujuan pasar.

• Bersifat lintas sektor antara seni, jasa, dan industry.

• Bagian dari suatu sektor dinamis baru dalam dunia perdagangan.

Sedangkan UK DCMS Task Force 1998, mendefinisikan industri kreatif itu sebagai sebuah industri yang bermula dari kreatifitas, kemampuan, dan bakat individu, yang berpotensi untuk memberikan kesejahteraan dan ketersediaan tenaga kerja melalui penciptaan dan eksploitasi properti dan konten intelektual.

TABEL KLASIFIKASI INDUSTRI KREATIF YANG DITURUNKAN DARI BERBAGAI MODEL

Klasifikasi industri kreatif yang ditetapkan oleh tiap negara itu berbeda-beda. Menurut Howkins, industri kreatif terdiri dari periklanan, arsitektur, seni, kerajinan. desain, fashion, film, musik, seni pertunjukkan, penerbitan, penelitian dan pengembangan (R&D), perangkat lunak, mainan dan permainan, televisi dan radio, permainan, dan video.
Tidak ada yang benar dan salah dalam pengklasifikasian industri kreatif ini, karena hal tersebut tergantung dari tujuan analitik dan potensi suatu negara.

1. Periklanan

Kegiatan kreatif yang berkaitan dengan jasa periklanan (komunikasi satu arah dengan menggunakan medium tertentu) yang meliputi proses kreasi, produksi dan distribusi dari iklan yang dihasilkan misalnya: riset pasar, perencanaan komunikasi iklan, iklan luar ruang, produksi material iklan, promosi, kampanye relasi publik, tampilan iklan di media cetak (surat kabar, majalah) dan elektronik (televisi dan radio), pemasangan berbagai poster dan gambar, penyebaran selebaran, pamflet, edaran, brosur dan reklame sejenis, distribusi dan delivery advertising materials atau samples, serta penyewaan kolom untuk iklan.

2. Arsitektur

Kegiatan kreatif yang berkaitan dengan jasa desain bangunan, perencanaan biaya konstruksi, konservasi bangunan warisan, pengawasan konstruksi baik secara menyeluruh dari level makro (Town planning, urban design, landscape architecture) sampai dengan level mikro (detail konstruksi misalnya: arsitektur taman, desain interior).

3. Pasar Barang Seni

Kegiatan kreatif yang berkaitan dengan perdagangan barang-barang asli, unik dan langka serta memiliki nilai estetika seni yang tinggi yaitu melalui lelang, galeri, toko, pasar swalayan, dan internet. Contohnya adalah: alat musik, percetakan, kerajinan, automobile, film, seni rupa dan lukisan.

4. Kerajinan

Kegiatan kreatif yang berkaitan dengan kreasi, produksi dan distribusi produk yang dibuat dan dihasilkan oleh tenaga pengrajin yang berawal dari desain awal sampai proses penyelesaian produknya, antara lain meliputi barang kerajinan yang terbuat dari: batu berharga, serat alam maupun buatan, kulit, rotan, bambu, kayu, logam (emas, perak, tembaga, perunggu, besi), kayu, kaca, porselin, kain, marmer, tanah liat, dan kapur. Produk kerajinan ini pada umumnya hanya diproduksi dalam jumlah yang relatif kecil (bukan produksi massal).

5. Desain

Kegiatan kreatif yang terkait dengan kreasi desain grafis, desain interior, desain produk, desain industri, konsultasi identitas perusahaan, dan jasa riset pemasaran, serta produksi kemasan dan jasa pengepakan.

6. Fashion

Kegiatan kreatif yang terkait dengan kreasi desain pakaian, desain alas kaki, dan desain aksesoris mode lainnya, produksi pakaian mode dan aksesorisnya, konsultansi lini produk fashion, serta distribusi produk fashion.

7. Video, Film Dan Fotografi

Kegiatan kreatif yang terkait dengan kreasi produksi video, film, dan jasa fotografi, serta distribusi rekaman video dan film. Termasuk didalamnya penulisan skrip, dubbing film, sinematografi, sinetron, dan eksibisi film.

8. Permainan Interaktif

Kegiatan kreatif yang berkaitan dengan kreasi, produksi, dan distribusi permainan komputer dan video yang bersifat hiburan, ketangkasan, dan edukasi. Sub-sektor permainan interaktif ini bukan didominasi sebagai hiburan semata-mata, tetapi juga sebagai alat bantu pembelajaran atau edukasi.

9. Musik

Kegiatan kreatif yang berkaitan dengan kreasi/komposisi, pertunjukan, reproduksi, dan distribusi dari rekaman suara.

10. Seni Pertunjukan

Kegiatan kreatif yang berkaitan dengan usaha pengembangan konten, produksi pertunjukan (misal: pertunjukan balet, tarian tradisional, tarian kontemporer, drama, musik tradisional, musik teater, opera, termasuk tur musik etnik), desain dan pembuatan busana pertunjukan, tata panggung, dan tata pencahayaan.

11. Penerbitan Dan Percetakan

Kegiatan kreatif yang terkait dengan dengan penulisan konten dan penerbitan buku, jurnal, koran, majalah, tabloid, dan konten digital, serta kegiatan kantor berita dan pencari berita. Sub-sektor ini juga mencakup penerbitan perangko, materai, uang kertas, blanko cek, giro, surat andil, obligasi surat saham, surat berharga lainnya, passport, tiket pesawat terbang, dan terbitan khusus lainnya. Juga mencakup penerbitan foto-foto, grafir (engraving) dan kartu pos, formulir, poster, reproduksi, percetakan lukisan, dan barang cetakan lainnya, termasuk rekaman mikro film.

12. Layanan Komputer & Piranti Lunak

Kegiatan kreatif yang terkait dengan pengembangan teknologi informasi termasuk jasa layanan komputer, pengolahan data, pengembangan database, pengembangan piranti lunak, integrasi sistem, desain dan analisis sistem, desain arsitektur piranti lunak, desain prasarana piranti lunak dan piranti keras, serta desain portal termasuk perawatannya.

13. Televisi Dan Radio

Kegiatan kreatif yang berkaitan dengan usaha kreasi, produksi dan pengemasan acara televisi (seperti games, kuis, reality show, infotainment, dan lainnya), penyiaran, dan transmisi konten acara televisi dan radio, termasuk kegiatanstation relay (pemancar kembali) siaran radio dan televisi.

14. Riset Dan Pengembangan

Kegiatan kreatif yang terkait dengan usaha inovatif yang menawarkan penemuan ilmu dan tekhnologi dan penerapan ilmu dan pengetahuan tersebut untuk perbaikan produk dan kreasi produk baru, proses baru, material baru, alat baru, metode baru, dan tekhnologi baru yang dapat memenuhi kebutuhan pasar termasuk yang berkaitan dengan humaniora seperti penelitian dan pengembangan bahasa, sastra, dan seni, serta jasa konsultansi bisnis dan manajemen.

15.  Kuliner

kegiatan kreatif ini termasuk baru, kedepan direncanakan untuk dimasukkan ke dalam sektor industri kreatif dengan melakukan sebuah studi terhadap pemetaan produk makanan olahan khas Indonesia yang dapat ditingkatkan daya saingnya di pasar ritel dan pasar internasional. Studi dilakukan untuk mengumpulkan data dan informasi selengkap mungkin mengenai produk-produk makanan olahan khas Indonesia, untuk disebar-luaskan melalui media yang tepat, di dalam dan di luar negeri, sehingga memperoleh peningkatan daya saing di pasar ritel modern dan pasar internasional. Pentingnya kegiatan ini dilator-belakangi bahwa Indonesia memiliki warisan budaya produk makanan khas, yang pada dasarnya merupakan sumber keunggulan komparatif bagi Indonesia. Hanya saja, kurangnya perhatian dan pengelolaan yang menarik, membuat keunggulan komparatif tersebut tidak tergali menjadi lebih bernilai ekonomis.

Kegiatan ekonomi kreatif sebagai prakarsa dengan pola pemikir cost kecil, tetapi memiliki pangsa pasar yang luas serta diminati masyarakat luas diantaranya usaha kuliner, assesoris, cetak sablon, bordir dan usaha rakyat kecil seperti penjual bala-bala, bakso, comro, gehu, batagor, bajigur dan ketoprak.

Selasa, 22 Juli 2014

Dimanakah Karya Insinyur Indonesia ??? Bangkit dan Berkaryalah !!!




Karya arsitektur boleh dikatakan merupakan salah satu representasi kreativitas arsitek, dan lebih jauh lagi potret kemajuan budaya sebuah bangsa. Saat sebuah lembaga independen dan kredibel seperti ArchDaily membuat sebuah penghargaan untuk mengapresiasi karya arsitektur tersebut, tentu saja ada kebanggaan tersendiri pada sang pembuat karya dan bangsanya yang didapuk menjadi terbaik.


Dalam perhelatan kali ini yang bertajuk Building of The Year 2014, ArchDaily kembali menampilkan sebanyak 3.500 karya desain yang sesuai dengan 14 kriteria dan kategori dari seluruh dunia yang laik dipilih dan dinilai oleh 300.000 lebih pembacanya.

Tak sembarang karya yang mereka tampilkan, melainkan inspiratif, bermakna, dan berdampak pada kehidupan manusia. Dari karya sebanyak itu, terpilih 70 terbaik yang dihasilkan melalui serangkaian putaran nominasi intensif.

Para pembaca ArchDaily telah mempersempit penilaian menjadi lima bangunan terbaik untuk masing-masing kategori yakni gedung komersial, fasilitas pendidikan, gedung kebudayaan, fasilitas kesehatan, perhotelan, hunian, perumahan, industri, perkantoran, interior, ruang publik, gedung yang mengalami perbaikan, fasilitas keagamaan dan olahraga.

Ke-70 bangunan terpilih tadi, dinominasikan untuk meraih predikat Building of The Year 2014. Sayangnya, dari sejumlah bangunan tersebut, tak satu pun terdapat karya anak bangsa Indonesia. Negara ini masih kalah dari Singapura dan Vietnam yang justru sukses memukau pembaca ArchDaily dengan masing-masing dua karya mereka.

Singapura tampil dengan karya 48 North Canal Road untuk kategori residensial (perumahan), dan Park Royal untuk kategori perhotelan. Sementara Vietnam diwakili oleh karya Binh Thanh House yang berupa sebuah hunian dan Kontum Indochine Cafe sebagai karya arsitektur untuk kategori komersial.

Lantas, di mana karya arsitek Indonesia?

Menurut Prinsipal US&P, Her Pramtama, yang juga pernah menjabat sebagai Ketua IAI DKI Jakarta periode 2009-2012, arsitek Indonesia pada umumnya kurang mengekspos karyanya sehingga dapat dinimati oleh publik pecinta arsitektur. Dalam arti, arsitek Indonesia tidak secara intensif mendokumentasikan karyanya dalam sebuah publikasi yang menarik, lengkap dengan fotografi ciamik dan narasi atraktif.

"Kalau pun ada, bisa dihitung dengan jari arsitek yang intens melakukan pendokumentasian karyanya. Selain karena keterbatasan waktu, mereka sudah overload pekerjaan, mengingat selama lima tahun terakhir permintaan (demand) arsitektur sangat tinggi seiring dengan  pertumbuhan sektor properti," imbuh Her kepada Kompas.com, Senin (27/1/2014).






Museum Tsunami by. Ridwan Kamil


Padahal, lanjut Her, karya arsitek Indonesia, banyak yang layak ke pentas dunia. Sebut saja karya Andra Matin yang luar biasa dan sangat berpengaruh terhadap karya-karya arsitek lainnya. Demikian juga karya Yori Antar. Hanya, mereka kurang passion, untuk membuatnya menjadi sebuah dokumentasi serius. Akibatnya, generasi muda sekarang kehilangan sumber referensi karya arsitek lokal.

"Jangan salahkan bila sumber referensi mereka saat ini didominasi oleh karya arsitek asing. Di sini butuh peran dan dukungan Pemerintah untuk membuat sebuah platform industri kreatif bidang arsitektur agar lebih berdaya saing di pentas dunia," tandas Her.

Tak hanya di bidang arsitektur, di bidang desain pun, Indonesia masih berada pada posisi marjinal. Dalam peringkat desain yang dirilis World Design Ranking (WDR) setiap Desember, Indonesia hanya berada di posisi ke-66 dari 69 negara dalam daftar agregat World Design Ranking 2010-2014.

Daftar tersebut diorganisasi oleh A’ Design Award & Competition. Lewat daftar tersebut, WDR ingin menyediakan data dan informasi strategis bagi para ekonom dan jurnalis mengenai seni, arsitektur, dan industri desain di satu negara. Selain itu, WDR juga menyoroti kontribusi tahunan insan negara tersebut dalam kultur desain global lewat advokasi.

Sabtu, 19 Juli 2014

Catatan Seorang Insinyur

Berbagi Cerita Tentang Kehidupan Saya di Dunia Konstruksi :)



Proyek  : Bendungan Ponre-ponre
Lokasi  : Kabupaten Bone - Sulawesi Selatan
Tahun   : 2008





Proyek  : Survey Jalan Poros Bulukumba - Sinjai 40 Km
Lokasi  : Kabupaten Bulukumba - Sulawesi Selatan
Tahun   : 2009





Proyek  : Pelebaran Jl. Hertasning
Lokasi  : Kota Makassar - Sulawesi Selatan
Tahun   : 2010





Proyek  : Pembangunan Grosir daya
Lokasi  : Kota Makassar - Sulawesi Selatan
Tahun   : 2010





Proyek  : Tembok Penahan Lepas Pantai
Lokasi  : Kabupaten Polewali Mandar - Sulawesi Barat
Tahun   : 2011






Proyek  : Peningkatan Jalan Samboja
Lokasi  : Kabupaten Kutai Kartanegara - Kalimantan Timur
Tahun   : 2012





Proyek  : Peningkatan Jalan Sasempu-Saloloang_Kampung Baru
Lokasi  : Kabupaten Penajam Paser Utara - Kalimantan Timur
Tahun   : 2013

Jumat, 18 Juli 2014

Arsitektur Unik Mesjid Al-Irsyad



Sejak diresmikan 2010 lalu, bangunan ini sudah mencuri perhatian tidak hanya warga sekitar tetapi juga di dunia maya. Masjid yang terletak di Padalarang ini masuk 5 besar "Building Of The Year 2010" oleh National Frame Building Association. Acara akbar yang melibatkan para arsitek di seluruh dunia ini menempatkan Masjid Al Irsyad dalam kategori religious architecture. Menurut ArchDaily, situs publikasi arsitektur terpopuler, Masjid Al Irsyad cukup populer di antara tempat ibadah yang lain dan hanya dikalahkan oleh Gereja Tampa Covenant, Florida, Amerika serikat.


Jika umumnya masjid memiliki kubah atau menara, tidak dengan Masjid Al Irsyad. Masjid yang dirancang oleh Ridwan Kamil, arsitek kenamaan Indonesia ini didesain mirip Ka'bah, berbentuk kubus dengan warna abu-abu. Desainnya sederhana, tidak banyak ornamen namun tetap memiliki keindahan tersendiri.

Dinding masjid terbuat dari batu bata yang disusun sedemikian rupa sehingga membentuk celah yang terbaca sebagai dua kalimat syahadat. Selain memiliki fungsi artistik, lubang-lubang ini juga berfungsi sebagai ventilasi udara. Menjelang malam ketika lampu di dalam masjid mulai dinyalakan, sinar lampu akan menerobos celah ventilasi sehingga jika dilihat dari luar tampak seperti masjid yang memancarkan cahaya berbentuk kalimat syahadat. Sangat mengagumkan




Masjid Al Irsyad berdiri di atas lahan 1.100 meter persegi, dengan luas tanah keseluruhan 1 hektare lebih. Berkat keunikan bangunannya itu, jemaah yang datang tidak didominasi warga Bandung dan sekitarnya, tapi juga dari Jakarta, luar Pulau Jawa, bahkan sampai mancanegara.

Turis asal Malaysia sempat datang ke Masjid Al Irsyad. Para turis ini sempat menyatakan kekagumannya atas bentuk arsitektur bangunan Masjid Al Irsyad. Banyaknya orang luar Bandung yang datang secara tidak langsung menjadikan Masjid Al Irsyad sebagai salah satu tempat wisata religi baru,” 

Masjid Al Irsyad mulai dibangun 7 September 2009 dan selesai 27 Agustus 2010. Bentuk bangunan berupa kotak atau kubus ini merupakan buah karya Ridwan Kamil, salah seorang arsitek ternama di Indonesia. Imam terkenal yang sering menjadi imam masjid antara lain Ustaz Muhamad Suhud seorang Al-Hafiz (penghafal Alquran), dan Ustaz Mutakin Kirman, Lc


Architects: PT. Urbane Indonesia

Location: Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Jawa Barat, Indonesia

Principal Architect: M. Ridwan Kamil

Project Team: Fahry Adhitya

Client: PT. Belaputera Intiland

Site Area: 8,000 sqm

Project Area: 970 sqm

Project Year: 2010







Rabu, 16 Juli 2014

Revolusi Bidang Konstruksi - Rumah Praktis



Tak perlu panik dengan harga rumah yang meninggi, lahan yang makin terbatas, dan pembangunan yang memakan waktu lama. Pebisnis muda di Skotlandia telah menjawab itu semua.

Ia menciptakan rumah modular yang semipermanen. Meski mungil, hanya bisa berisi satu ruang tamu, satu kamar tidur, satu dapur, dan satu kamar mandi, rumah itu terbilang amat layak untuk ditinggali.

Interiornya bersih dan rapi, desainnya pun modern dan minimalis. Untuk ukuran, memang tergolong mungil. Ia hanya menempati lahan seluas 40 meter persegi. Ukuran kamar hanya 9 meter persegi.

Namun, pembuatan rumah amat cepat. Hanya perlu waktu delapan minggu. Penggarapan di tanah pelanggan sendiri cuma butuh waktu tiga minggu. Kerangka rumah sudah disiapkan sebelumnya.

Rumah model baru itu digagas Jennifer Hope, gadis 22 tahun lulusan University of Strathclyde. Ayahnya, Ian Hope telah melakoni industri konstruksi selama 25 tahun. Ia pun tak kesulitan soal penggarapan.

Kerangka dari kayu disiapkan dari pabrik di Ayrshire, kemudian diangkut ke lahan. The Wee House Company, perusahaan yang didirikan Hope baru menyediakan rumah dengan satu atau dua kamar.

Namun rencananya, ia beranjak ke desain rumah yang lebih besar lagi. Bahannya pun lebih permanen dengan kaca, baja, dan bata. Namun, pembuatannya tetap mudah dan murah.

Untuk rumah satu kamar, saat ini Hope menawarkan harga £59 ribu atau sekitar Rp1,2 miliar. Termasuk murah untuk ukuran rumah di Skotlandia yang harganya sudah mencapai ratusan ribu poundsterling.






Sumber: Daily Mail | Foto-foto: The Wee House Company

Jumat, 27 Juni 2014

Teknologi Konstruksi Anak Bangsa Yang di Akui Dunia - INDONESIA BANGKIT !!!

    Indonesia merupakan negara yang cukup inovatif dalam menemukan teknologi terbaru dibidang konstruksi. Setelah sebelumnya telah diperkenalkan teknologi “cakar ayam”, lalu muncul pula suatu teknik konstruksi yang disebut Sosrobahu. Teknik ini bahkan menjadi rebutan negara lain didunia untuk bisa membeli hak patennya. Bahkan insinyur di Amerika pun menggunakan teknik ini untuk membangun jembatan Seattle. Teknik Sosrobahu merupakan teknik konstruksi yang digunakan terutama untuk memutar bahu lengan beton jalan layang dan ditemukan oleh Tjokorda Raka Sukaawati. Dengan teknik ini, lengan jalan layang diletakkan sejajar dengan jalan di bawahnya, dan kemudian diputar 90° sehingga pembangunannya tidak mengganggu arus lalu lintas di jalanan di bawahnya.


     Teknik ini dianggap sangat membantu dalam pembangunan jalan layang di kota-kota besar, terutama saat pengerjaan konstruksi serta kegiatan pembangunan infrastrukturnya tidak boleh mengganggu kegiatan masyarakat kota khususnya arus lalu-lintas dan kendaraan yang tidak mungkin dihentikan hanya karena alasan pembangunan jalan.
Latar Belakang Penemuan
     Pada tahun 1980-an, Jakarta yang memang sudah mengalami kendala kemacetan lalu lintas, banyak membangun jalan layang sebagai salah satu solusi meningkatkan infrastruktur lalu-lintas. Sebagai kontraktor saat itu, PT. Hutama Karya mendapatkan order membangun jalan raya di atas jalan by pass A. Yani di mana pembangunannya harus memastikan bahwa jalan itu harus tetap berfungsi.
     Dengan permasalahan tersebut, para direksi Hutama Karya berdiskusi setelah mendapatkan order membangun jalan layang antara Cawang sampai Priok sekitar tahun 1987. Persoalan rumit diurai, yang diperlukan untuk menyangga badan jalan itu adalah deretan tiang beton, satu-sama lain berjarak 30 meter, di atasnya membentang tiang beton selebar 22 meter. Batang vertikalnya (pier shaft) berbentuk segi enam bergaris tengah 4 meter, berdiri di jalur hijau. Hal ini tidak sulit, yang merepotkon adalah mengecor lengannya (pier head). Jika dengan cara konvensional, yang dilakukan adalah memasang besi penyangga (bekesting) di bawah bentangan lengan itu, tetapi bekesting itu akan menyumbat jalan raya di bawahnya. Cara lain adalah denganbekesting gantung tetapi membutuhkan biaya lebih mahal.
     Di tengah masalah itu, Ir. Tjokorda Raka Sukawati mengajukan gagasan dengan membangun tiangnya dulu dan kemudian mengecor lengannya dalam posisi sejajar dengan jalur hijau, setelah itu diputar membentuk bahu. Hanya saja kendalanya adalah bagaimana cara memutarnya karena lengan itu nantinya seberat 480 ton.
     Akhirnya masalah tersebut mampu diatasi setelah mendapat inspirasi dari dongkrak hidrolik mobil. Ketika Tjokorda memperbaiki kendaraannya, hidung mobil Mercy buatan 1974-nya diangkat dengan dongkrak sehingga dua roda belakang bertumpu di lantai yang licin karena ceceran tumpahan oli secara tidak sengaja. Begitu mobil itu tersentuh, badan mobil berputar dengan sumbu batang dongkrak. Satu hal yang ia catat, dalam ilmu fisika dengan meniadakan gaya geseknya, benda seberat apa pun akan mudah digeser. Kejadian tadi memberikan inspirasi bahwa pompa hidrolik bisa dipakai untuk mengangkat benda berat dan bila bertumpu pada permukaan yang licin, benda tersebut mudah digeser. Bayangan Tjokorda adalah menggeser lengan beton seberat 480 ton itu.
     Kemudian Tjokorda membuat percobaan dengan membuat silinder bergaris tengah 20 cm yang dibuat sebagai dongkrak hidrolik dan ditindih beban beton seberat 80 ton. Hasilnya bisa diangkat dan dapat berputar sedikit tetapi tidak bisa turun ketika dilepas. Ternyata dongkrak tersebut miring posisinya. Tjokorda kemudian menyempurnakannya. Posisinya ditentukan persis di titik berat lengan beton di atasnya.
     Untuk membuat rancangan yang pas, dasar utama Hukum Pascal yang menyatakan: “Bila zat cair pada ruang tertutup diberikan tekanan, maka tekanan akan diteruskan segala arah“. Zat cair yang digunakan adalah minyak oli (minyak pelumas). Bila tekanan P dimasukkan dalam ruang seluas A, maka akan menimbulkan gaya (F) sebesar P dikalikan A. Rumus itu digabungkan dengan beberapa parameter dan memberikan nama Rumus Sukawati, sesuai namanya. Rumus ini orisinil idenya karena sampai saat itu belum ada buku yang membahasnya sebab memang tidak ada kebutuhannya.
     Masalah lain yang muncul ada variabelnya yang mempengaruhinya, di antaranya adalah jenis minyak yang digunakan yang tidak boleh rusak kekentalannya. Urusan minyak menjadi hal yang krusial karena minyak inilah yang meneruskan tekanan untuk mengangkat beton yang berat itu.
1. Bangun tiang jalan.
Sosrobahu2
2. Lengan beton jalan dibangun di antara dua jalur jalan, sejajar dengan jalanan yang padat di bawahnya.
Sosrobahu2 (1)
3. Lengan beton jalan diputar 90 derajat. Jalan layang pun kemudian dibangun di atas lengan ini
.Sosrobahu3
     Setelah semua selesai, Tjokorda mengerjakan rancangan finalnya yakni sebuah landasan putar untuk lengan beton yang dinamai Landasan Putar Bebas Hambatan (LBPH). Bentuknya dua piringan (cakram) besi bergaris tengah 80 cm yang saling menangkup. Meski tebalnya 5 cm, piring dari besi  cor FCD-50 itu mampu menahan beban 625 ton.
   Ke dalam ruang di antara kedua piringan itu dipompakan minyak oli. Sebuah seal (penutup) karet menyekat rongga di antara tepian piring besi itu untuk menjaga minyak tak terdorong keluar, meski dalam tekanan tinggi. Lewat pipa kecil, minyak dalam tangkupan piring itu dihubungkan dengan sebuah pompa hidrolik. Sistem hidrolik itu mampu mengangkat beban beban ketika diberikan tekanan 78 kg/cm2. Angka ini sebenarnya angka misteri bagi Tjokorda saat itu.
Uji Coba di Lapangan
    Secara teknik penemuan itu belum diuji coba karena waktu yang terbatas, namun ia yakin temuannya itu bisa bekerja. Tjokorda bahkan berani bertanggungjawab bila lengan beton jalan layang itu tidak bisa berputar.
Pada tanggal 27 Juli 1988 pukul 10 malam waktu setempat , pompa hidrolik dioperasikan hingga titik tekan 78 kg/cm2. Lengan pier head itu, meskipun bekesting-nya telah dilepas, mengambang di atas atap pier shaft lalu dengan dorongan ringan sedikit saja, lengan beton raksasa itu berputar 90 derajat.
Ketika pier shaft itu sudah dalam posisi sempurna, secara perlahan minyak dipompa keluar dan lengan beton itumerapat ke tiangnya. Sistem LPBH itu dimatikan sehingga perlu alat berat untuk menggesernya. Namun demikian karena khawatir kontruksi itu bergeser, Tjokorda memancang delapan batang besi berdiameter 3,6 cm untuk memaku pier head ke pier shaft lewat lubang yang telah disiapkan. Kemudian satu demi satu alat LBPH itu diterapkan pada kontruksi beton lengan jembatan layang yang lain.
Pemberian Hak Paten
  Pada pemasangan ke-85, awal November 1989, Presiden Soeharto ikut menyaksikannya dan memberi nama teknologi itu Sosrobahu yang diambil dari nama tokoh cerita sisipan Mahabarata Sejak itu LBPH tersebut dikenal sebagai Teknologi Sosrobahu.
  Temuan Tjokorda digunakaninsinyur Amerika dalam membangun jembatan di Seattle. Mereka bahkan patuh pada tekanan minyak 78 kg/cm2 yang menurut Tjokorda adalah misteri ketika menemukan alat LBPH Sosrobahu itu. Tjokorda kemudian membangun laboratorium sendiri dan melakukan penelitian dan hasilnya berupa perhitungan susulan dengan angka teknis tekanan 78,05 kg/cm2, nyaris persis sama dengan angka wangsit yang diperolehnya sebelum itu.
   Hak paten yang diterima adalah dari pemerintah Jepang, Malaysia, dan Filipina. Dari Indonesia, Dirjen Hak Cipta mengeluarkan patennya pada tahun 1995 sedangkan Jepang memberinya pada tahun 1992. Saat ini teknologi Sosrobahu sudah diekspor ke Filipina, Malaysia, Thailand dan Singapura. Salah satu jalan layang terpanjang di Metro Manilayakni ruas Vilamore adalah buah karya teknik ciptaan Tjokorda. Di Filipina teknologi Sosrobahu diterapkan untuk 298 tiang jalan. Sedangkan di Kuala Lumpur sebanyak 135. Saat teknologi Sosrobahu diterapkan di Filipina, Presiden Filipina Fidel Ramos berujar, “Inilah temuan Indonesia, sekaligus buah ciptaan putra  ASEAN“. Sementara Korea Selatan masih bersikeras ingin membeli hak patennya.
   Teknologi Sosrobahu ini dikembangkan menjadi versi ke-2. Bila pada versi pertama memakai angker (jangkar) baja yang disusupkan ke beton, versi keduanya hanya memasang kupingan yang berlubang di tengah. Lebih sederhana dan bahkan hanya memerlukan waktu kurang lebih 45 menit dibandingkan dengan yang pertama membutuhkan waktu dua hari. Dalam hitungan eksak, konstruksi Sosrobahu akan bertahan hingga 100 tahun (1 abad).
    Menurut Dr. Drajat H pakar struktur dari ITB, Sosrobahu pada dasarnya hanya metode sangat sederhana untuk pelaksanaannya (memutar bahu lengan beton jalan layang). Sistem ini cocok dipakai pada elevated toll road (jalan tol layang dalam kota) yang biasanya mengalami kendala lalu lintas dibawahnya yang padat. Sosrobahu terbukti bermanfaat dalam proses pembangunan jalan layang, sangat aplikatif, teruji baik teknis dan ekonomis.